FIKSI – Alunan musik khas Sunda terdengar jelas menenangkan dari stand Jawa Barat di event Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) PKLK 2017 di daerah Kota Tua, Jakarta. Ditambah lagi dengan suara aliran air yang kian mendamaikan tensi suhu di kitaran Kota Tua dekat Museum Seni Rupa dan Keramik. Ditemui di stand provinsi Jawa Barat, Ratnaningsih (Kepala Sekolah SLB Angkasa Lanud Sulaiman) dan Dikdik peserta FIKSI PKLK angkat suara mengenai kreativitas karya hingga cita-cita.

“Ajang FIKSI menunjukkan hasil karya dari SDLB hingga SMALB yang ada di Jawa Barat. Seperti Kokoru, kerajinan dari kertas yang dibuat oleh anak-anak SDLB. Ini mudah dibentuk oleh anak-anak. Sedangkan untuk menjahit dikerjakan oleh anak SMPLB dan SMALB,” kata Ratnaningsih di daerah Kota Tua dekat Museum Seni Rupa dan Keramik, Jumat (28/7).

Hasil dari para Anak Berkebutuhan Khusus telah diminati oleh masyarakat luas dan laku dijual. Dalam hal ini para orang tua siswa turut membantu secara pemasaran.

“Seperti telur asin dalam 1 minggu bisa mencapai 300. Lalu ada juga tas buatan dimana anak ABK melakukan penempelan ornamen bunga dengan menggunakan tisu. Hasil kreasi ini laku dijual karena sekolah kami sering kedatangan tamu,” terang Ratnaningsih.

“Untuk telur asin ditutup pakai tanah liat selama 2 minggu. Pembersihan, pengepakan dilakukan oleh anak-anak,” ungkap Dikdik peserta FIKSI PKLK 2017 dengan tunagrahita yang dialaminya.

Ada pun bagi Dikdik yang mengikuti FIKSI PKLK 2017 sebagai penjaga stand kreatif/produktif membeberkan mengenai apa yang dilakoninya di ajang bergengsi ini.

“Saya disini ditugaskan untuk menerima tamu, memberitahukan produk kami ada apa saja disini,” ujar Dikdik yang memiliki keterampilan menjahit serta melakukan penempelan ornamen bunga dengan menggunakan tisu.

Bagi Dikdik ajang FIKSI PKLK 2017 sendiri meningkatkan kepercayaan dirinya agar setelah lulus nanti bisa menjadi wirausaha.

“Saya sangat senang mengikuti FIKSI. Bermanfaat bagi kehidupan saya. Kalau sudah keluar, insya Allah saya bisa menjadi, membangun usaha sendiri,” ujar Dikdik yang pernah mengikuti pameran Inacraft di JCC pada tahun 2015.