FIKSI – Mengkombinasikan antara  motif batik khas Ternate dan busana muslim menjadi materi unggulan yang akan diikutsertakan oleh peserta Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) dari Provinsi Maluku Utara.

Demikian disampikan Julaeha Abdullah, Guru Pendamping dari SLB Negeri Sasa, Ternate, Maluku Utara saat ditemui Tim Media Center di Hotel Jayakarta, Jakarta, Kamis (27/7).

Julaeha mengungkapkan meteri yang diikutsertakan pada ajang ini memiliki alasan yang tersendiri. Menurutnya, kombinasi antara motif batik khas Ternate dan busana muslim mendapatkan respon positif oleh masyarakat.

“Setelah melihat perkembangan usaha, kombinasi batik dan busana muslim banyak dilirik oleh masyarakat Ternate,” kata guru vokasional Tatabusana SLB Negeri Sasa ini.

Lebih lanjut dia mengungkapkan untuk menambah keterampilan siswa kepada peserta didiknya selain memberikan pendidikan kecakapan hidup, pihak sekolah juga menjalin kerjasama dengan balai latihan kerja industri (BLKI).

“Kami sudah melakukan MoU dengan memberi latihan keterampilan selama 15 hari dan mereka juga akan diberi sertifakat. Sertifikat ini bertujuan agar masyarakat atau dunia kerja /industri mengakui keterampilan mereka,” jelasnya.

Menurutnya dengan memiliki sertifikat ini lah mereka akan memiliki kesempatan yang sama. Dan jika mereka ingin mengembangkan dunia kewirausahaan karya mereka akan diakui oleh masyarakat luas.

“Mereka memeiliki keterampilan sepertu menjahit dan tataboga. Bagaimana kita memasarkan hasil mereka buat,” tambahnya.

Perlu diketahui Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI). Festival ini akan difokuskan di Museum Seni Rupa dan Keramik Kota Tua, Jakarta pada 27 s.d 31 Juli 2017.

Festival ini merupakan upaya yang dilakukan PKLK untuk membina keterampilan yang dimiliki oleh anak berkebutuhan khsusus serta mengukur kompetensi dan mengeksplorassi inovasi siswa. Diharapkan dengan adanya kegitan ini potensi dan kemandirian siswa semakin meningkat. Sehingga kelak mereka akan menjadi anak yang mandiri di masa depan.